Bukan aplikasi rumit dari kota. Baddack.id dibangun dari pengalaman langsung di pesisir Pantura, untuk membantu petani dan nelayan memahami lahan, cuaca, dan harga — lewat WhatsApp yang sudah biasa mereka pakai.
Di banyak desa Pantura, anak-anak muda usia 20-30 tahun memilih merantau ke kota untuk mencari peruntungan. Yang bertahan menjaga lahan dan tambak adalah generasi yang sarat pengalaman lapangan — paham betul cara membaca tanda alam, namun sering tertinggal informasi: harga pasar hari ini, perkiraan cuaca, atau data satelit yang penuh istilah yang terasa asing.
Baddack.id lahir dari kedekatan langsung dengan kenyataan ini — dari menyaksikan betapa hasil panen dan tangkapan yang sebenarnya bisa lebih maksimal, hanya karena informasi yang tepat belum sampai pada waktunya.
Kami menerjemahkan data satelit (NDVI, cuaca, titik api) yang rumit menjadi rekomendasi praktis: kondisi lahan sehat atau perlu perhatian, kapan waktu tanam yang baik, di mana ikan berkumpul berdasarkan arus dan gelombang.
Primbon dan weton adalah hasil pengamatan leluhur selama ratusan tahun terhadap musim, cuaca, dan siklus alam — bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan sekadar mistis. Baddack.id menghadirkan kembali kearifan ini dengan cara yang membumi, berdampingan dengan data satelit modern.
Selain informasi, Baddack.id juga menjembatani transaksi — dari Bursa B2B untuk jual-beli komoditas, hingga layanan makelar yang membantu menemukan pembeli atau penjual yang tepat. Semua dengan satu tujuan: meningkatkan efisiensi kerja petani dan nelayan Pantura lewat teknologi.
Pati, Rembang, dan Juwana adalah awal. Visi kami adalah model yang sama bisa membantu modernisasi petani dan nelayan di seluruh pesisir Indonesia — dengan pendekatan yang sama: teknologi yang membumi, bukan teknologi yang memaksa orang berubah.
Baddack.id dikembangkan dan dijaga oleh satu orang dengan dukungan komunitas. Setiap dukungan, sekecil apapun, membantu kami terus berjalan.
☕ Dukung Baddack.id